Hai Readers,
sebelum mulai postingan ini, eke mau minta maap uda lama ga ngepost,
abisnya lagi liburan dan di rumah ga ada internet sih, jadinya sori ye
kalo jarang ngepost.. Hehe.. Poor me..
Yak kita mule aja yuk, gini-gini..
Tunggu,
sebenernya pada tau ga sih leviathan itu apa? Mungkin ada yang uda tau,
tapi mungkin juga belum. Buat yang belum tau kukasih tau deh..
Konon
leviathan adalah monster penguasa lautan, saking asoynya, leviathan
sampai muncul di dalam injil. Leviathan digambarkan berbentuk paus
raksasa, kadang ular laut. Dia juga terkenal akan kebuasannya, ada yang
bilang kalo leviathan bisa makan selusin kapal dengan sekali telan.
leviathan, behemoth dan ziz
Nah,
sekarang uda agak kebayang kan leviathan itu apa, emang sih, leviathan
itu lebih menjurus ke legenda dibandingin cryptoid, tapi bukannya
legenda sering mengacu sama kejadian nyata?
Hoho, dan kayanya emang leviathan berasal dari kisah nyata deh..
Baru-baru ini peneliti menemukan fosil dari paus yang gede banget, seperti yang dituliskan di ' journal nature'
para
peneliti menamakan fosil berumur 12 juta tahun ini leviathan,
panjangnya lebih dari 17 meter, diliat dari keadaan fosilnya yang ga
komplit, para peneliti menyimpulkan kalo makhluk ini mati dalam
pertempuran melawan predator lainnya.
Keberadaa paus Leviathan kini bukan lagi hanya mitos
Fosil berupa gigi yang cukup besar dan diduga berasal dari paus raksasa berhasil ditemukan oleh sejumlah Ilmuwan.
Dalam tulisan yang mereka susun dan kemudian dilansir oleh jurnal Nature, para ilmuwan menjuluki makhluk tersebut sebagai Leviathan atau monster laut yang berumur 12 juta tahun.
Mereka memperkirakan panjang mahkluk maritim mencapai 17 meter dan sempat terlibat dalam pertarungan dengan raksasa laut lainnya di zaman itu.
Leviathan yang ditemukan para ilmuwan ini bentuk dan ukurannya serupa dengan paus sperma modern.
Namun ilmuwan yang mengkaji keberadaan hewan ini mengatakan kemiripan berhenti hanya pada tampilan saja.
Paus ini merupakan salah satu jenis monster laut
Dr Christian de Muizons
Direktur Museum Sejarah Nasional di Paris, Dr Christian de Muizon mengatakan Leviathan biasa memangsa ikan besar seperti lumba-lumba, anjing laut dan bahkan sesama paus.
"Paus ini merupakan salah satu jenis monster laut," katanya.
"Cukup menarik mengetahui pada periode waktu yang sama di lautan ada jenis monster laut selain hiu yang telah ditemukan dan mempunyai panjang 15 meter. Sangat mungkin keduanya saling bertarung saat itu."
Pemangsa
Para peneliti juga berspekulasi bahwa Leviathan yang mereka temukan ini juga bisa memangsa ikan lain yang memiliki panjang hingga 8 meter.Dengan gigi yang berukuran raksasa mereka bisa mengoyak mangsanya dengan cepat dan efektif.
Fosil tengkorak Leviathan sepanjang tiga meter ini ditemukan oleh para peneliti di selatan Peru tahun 2008.
Perubahan iklim telah membuat kebiasaan makan paus berubah
Dalam pencarian tersebut mereka juga menemukan bahwa ukuran diameter dan panjang gigi dari Leviathan ini dua kali melebihi paus sperma.
Gigi berukuran sangat besar ini terdapat baik pada rahang bawah maupun rahang atas.
Peneliti mengatakan, temuan tengkorak dan gigi ini menunjukan bahwa keberadaan Leviathan atau monster laut raksasa ini bukan lagi mitos saja.
Para peneliti masih belum mengetahui penyebab kematian Leviathan ini, mereka memperkirakan kondisi lingkungan yang berubah telah mempengaruhi kebiasaan ikan-ikan tersebut.
Kondisi ini kemungkinan juga menjadi penyebab paus sperma sekarang menjadi lebih jinak, namun sisi buas dari Leviathan masa lalu saat ini diwarisi oleh Paus pembunuh.
Penyusun laporan yang termuat dalam jurnal Nature ini semuanya adalah ahli ikan paus dan menyukai novel Moby Dick yang dalam ceritanya sempat menyisipkan keberadaan Paus Sperma putih yang ganas.
Temuan ini oleh para peneliti didedikasikan kepada sang penulis novel, Herman Melville.